
Software engineering adalah proses analisis kebutuhan dan desain pengguna, konstruksi dan uji aplikasi yang akan memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut melalui penggunaan bahasa pemrograman. Secara garis besar, software engineering bisa diartikan sebagai penerapan prinsip-prinsip teknik pengembangan perangkat lunak. Berbeda dengan pemrograman sederhana, software engineering digunakan untuk sistem aplikasi yang lebih besar dan kompleks. Umumnya, proses ini digunakan untuk kebutuhan bisnis dan organisasi.
Memahami lebih lanjut tentang software engineering
Dikutip dari Institute of Electrical and Electronics Engineers/IEEE (1993), software engineering adalah suatu pendekatan teknologi secara sistematis, terstruktur dan disiplin. Meski pada dasarnya merupakan salah satu cabang ilmu komputer guna mengetahui sesuatu yang salah terhadap sebuah perangkat lunak, kini fungsinya melebar lebih luas lagi.
Rekayasa perangkat lunak dibutuhkan tak cuma ketika ditemukan kesalahan pengoperasian semata, namun lebih kepada bagaimana sebuah perangkat lunak bekerja sesuai dengan apa yang menjadi kebutuhan end-user atau penggunanya. Tak seperti hardware yang dibuat di pabrik, elemen software bersifat logis. Elemen software juga tidak bisa aus seperti hardware, namun peluang untuk rusak cukup besar. Sehingga, software lebih menekankan pada rekayasa dan pengembangan.
Hal-hal yang wajib diperhatikan
Adapun software engineering akan memperlihatkan bagaimana sebuah aplikasi produk atau jasa mempermudah penggunaan oleh end-user dan apa saja fitur-fitur yang ditawarkan kepada penggunanya. Berikut ini adalah hal-hal yang harus diperhatikan.
- Pengoperasian
Setelah proses analisis dilakukan, kamu akan mengetahui apakah sebuah aplikasi bekerja sebagaimana mestinya, mulai dari budget, efisiensi, ketepatan, fungsi, ketergantungan dan yang tak kalah penting adalah keamanan.
- Transisi
Transisi penting ketika suatu aplikasi digeser dari satu platform ke platform lainnya. Jadi, portabilitas, kegunaan dan adaptabilitas ada di area ini.
- Pemeliharaan
Ini berfungsi untuk mengetahui bagaimana sebuah aplikasi bekerja setelah adanya pemutakhiran atau pembaruan (update). Aspek-aspek penting yang perlu diperhatikan pasca analisis adalah modularitas, perawatan, fleksibilitas dan skalabilitas.
Metode yang dapat digunakan
Adapun metode software engineering dibagi menjadi lima jenis, yaitu metode sekuensial linier, RAD, prototipe, spiral dan 4GT. Dari lima metode tersebut, model 4GT memiliki keuntungan lebih dari segi waktu. Hanya saja, kekurangannya terletak pada alat bantunya, sebab cuma bisa digunakan untuk aplikasi tertentu saja.
Kemampuan analisis yang mendalam harus dimiliki oleh pengembang perangkat lunak (software developer) untuk mendapatkan tak cuma apa yang diinginkan oleh stakeholder, melainkan juga memuaskan penggunanya (end-user). Maka, software engineering adalah pemegang peran penting dalam menghasilkan aplikasi atau perangkat lunak yang berkualitas.
Penjelasan tentang SDLC
Sebelum dilakukan rekayasa perangkat lunak, wajib diperhatikan beberapa langkah penting mulai dari perencanaan, pengembangan (coding dan testing) dan pemeliharaan (maintenance). Namun demikian, ada tahapan yang tak kalah penting yang dinamakan Software Development Lifecycle (SDLC).
SDLC adalah rangkaian tahapan dalam rekayasa perangkat lunak yang bertujuan untuk mengembangkan perangkat lunak yang diusulkan, yaitu communication, requirement gathering, studi kelayakan, sistem analisis, desain software, integrasi, implementasi dan disposisi. Coding dan testing juga masuk dalam kriteria SDLC ini, namun selayaknya dua hal tersebut sudah dilakukan lebih awal.
Pengujian perangkat lunak dilakukan saat pengkodean oleh pengembang dan pengujian menyeluruh yang dilakukan oleh ahli pengujian di berbagai tingkat kode seperti pengujian modul, pengujian program, pengujian produk, pengujian internal dan pengujian produk atas keterlibatan dan umpan balik pengguna.
Software engineering adalah hal penting yang wajib dipelajari agar mimpi menjadi seorang software developer bisa diwujudkan dengan segera. Jangan lupa, selalu percayakan layanan hosting kepada Dewaweb yang sudah terbukti mampu menjaga kecepatan loading website dan keamanan data-data yang ada sehingga kamu tidak perlu takut kehilangan traffic yang dimiliki.
Ruang Lingkup Rekayasa Perangkat Lunak
lingkup RPL dapat digambarkan sebagai berikut :

- Software requirements berhubungan dengan spesifikasi kebutuhan dan persyaratan perangkat lunak.
- Software design mencakup proses penentuan arsitektur, komponen, antarmuka, dan karakteristik lain dari perangkat lunak.
- Software construction berhubungan dengan detil pengembangan perangkat lunak, termasuk algoritma, pengkodean, pengujian, dan pencarian kesalahan.
- Software testing meliputi pengujian pada keseluruhan perilaku perangkat lunak.
- Software maintenance mencakup upaya-upaya perawatan ketika perangkat lunak telah dioperasikan.
- Software configuration management berhubungan dengan usaha perubahan konfigurasi perangkat lunak untuk memenuhi kebutuhan tertentu.
- Software engineering management berkaitan dengan pengelolaan dan pengukuran RPL, termasuk perencanaan proyek perangkat lunak.
- Software engineering tools and methods mencakup kajian teoritis tentang alat bantu dan metode RPL.
- Software engineering process berhubungan dengan definisi, implementasi,pengukuran, pengelolaan, perubahan dan perbaikan proses RPL.
- Software quality menitikberatkan pada kualitas dan daur hidup perangkat lunak
1. AutoCAD

AutoCAD adalah software utama yang harus dikuasai bagi kamu para mahasiswa teknik termasuk teknik sipil. Software ini akan membantumu menggambar 2D atau bahkan 3D. Hampir seluruh pekerjaan di bidang kontruksi mensyaratkan penguasaan CAD lho.
2. SAP 2000

Kamu yang senang bangunan gedung wajib hukumnya nih nguasain SAP 2000 yang akan membantu menganalisa kelayakan hasil desainmu.
3. HEC-RAS

Dibuat oleh U.S Army Corps of Engineers (USACE), HEC-RAS jadi software yang paling bisa diandalkan untuk analisis bangunan air seperti bendungan dan waduk.
4. ETabs

Selain menguasai SAP 2000, ada baiknya kamu juga mulai belajar menggunakan software ETabs. ETabs mampu menghadirkan analisis untuk setiap keperluan desainmu misalnya saja ketahanan bangunan terhadap gempa.
5. Plaxis

Plaxis adalah aplikasi yang diperuntukan untuk kamu yang tertarik ilmu geoteknik. Dengan aplikasi ini kamu bisa mendapatkan informasi perihal stabilitas lereng lokasi proyek untuk mencegah longsor dan berbagai runtuhan yang tidak diinginkan.
6. AutoCAD Civil 3D

Sebenarnya AutoCAD CIVIL 3D adalah pengembangan AutoCAD yang sama-sama produk AutoDesk. Namun biasanya CIVIL 3D memberikan performa yang baik bagi desain 3D yang diterapkan untuk proyek jalan dan bangunan air.
7. SketchUp

Mudah diakses dan digunakan adalah keunggulan yang ditawarkan oleh SketchUp. Tidak hanya lulusan teknik sipil saja, para mahasiswa arsitek pun harus mahir menggunakannya.
8. 3D Max

Software yang sebelumnya bernama 3D Studio ini memiliki fungsi menakjubkan dengan membuat animasi dari desain 3D. Jadi kamu bisa membuat simulasi video bergerak dengan aplikasi ini sehingga desainmu akan terlihat lebih hidup.
9. Global Mapper

Sama seperti namanya, Global Mapper akan membantumu dalam melakukan pemetaan. Bahkan untuk beberapa fungsi sangat membantu bagi dalam menentukan luasan daerah aliran sungai hingga perkiraan debit sungai di suatu wilayah.
10. STAAD.Procivilax.com
Kemampuan analisis data yang baik untuk ketahan gedung dan menghindari kerusakaan adalah hal utama yang harus diperhatikan para pekerja kontruksi. Maka untuk itulah software STAAD.Pro dibuat. Software ini akan memudahkan analisis dengan hasil yang akurat.
Sebenarnya gak cuma teknik sipil saja, apa pun profesimu tentunya kemampuan penguasaan software adalah hal utama yang harus kamu miliki. Ya, karena setiap pemberi kerja pastinya mencari calon pegawai yang gak cuma modal ijazah saja tapi memiliki keterampilan. Selamat berjuang ya, yakin kok kamu bisa menguasai software-software tersebut.